coba

•Juni 19, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

coba

Ketika Guest User Menjadi Administrator pada Win XP

•Juni 16, 2008 • 3 Komentar
Hacking yang akan dibahas adalah hacking windows XP/2K untuk mendapatkan hak akun administrator dengan akun user biasa. Seperti yang kita ketahui bahwa windows keluarga NT seperti Win2000,WinXP,Win2003 dan WinVista mempunyai tingkat sekuriti yang lebih baik dibandingkan dengan keluarga windows 9x dalam hal proteksi data dan admin rights. Apa pula tu maksudnya admin rights?
Ya pada windows Keluarga NT, user bisa dibedakan menjadi power user or administrator, dan user. Sebagai administrator memang kita mempunyai keleluasaan untuk melakukan apapun pada PC kita dari mulai menginstall software, mengkonfigurasi settingan sistem, dan memodifikasi sistem sehingga itulah yang kita sebut sebagai admin right atau priviledge yang dimiliki seorang sistem admintrator untuk mengatur PC yang dimilikinya, Namun sebagai user biasa apalagi sebagai guest yang dalam hal ini adalah pemiliki akun yang berada pada level terbawah sudah barang tentu kita hanya punya akses terbatas atau hanya dapat mengakses yang diperbolehkan oleh admin saja. Misalkan jika kita masuk sebagai guest atau user biasa maka ketika kita ingin menginstall atau meremove suatu aplikasi maka sistem akan menolak dengan alasan pembatasan akses. Lalu bagiamana jika kita tidak mempunyai hak akses sebagai admin atau tak mengetahui pasword admin sementara kita memang ingin mengakses PC kita tanpa limited access. Lanjutkan membaca ‘Ketika Guest User Menjadi Administrator pada Win XP’

Terluka

•April 16, 2008 • 1 Komentar


langit masih terbalut mendung hitam

masih ku cemas bila saatnya datang

badai, angin, topan menghempas

segalanga kapankah akan berakhir


lumpur merendam pilunya belumlah sirna

jika mentari panasnya tak lagi menyengat

apakah ini adalah akhir dari tempat ku berpijak

kita mungkin terluka

ataupun bisa mati

tapi jangan lah pernah menyalahkan hidup

persiapkan hati

persiapkan jiwa

atas segalanya yang bisa terjadi

####

gelombang biru menghunjam, menyapu bumi

puing-puing tersisa mengiris hati

bila kah fajar akan bersinar

dan berpijar lagi menerangi dunia

####

kita mungkin terluka

ataupun bisa mati

tapi janganlah pernah menyalahkan hidup


persiapkan hati

persiapkan jiwa

atas segalanya yang bisa terjadi





Seberkas Cahaya telah datang pada ku

•Februari 20, 2008 • 1 Komentar

………………………………………………

Pohon Bukan Salah Satu Solusi Perubahan Iklim

•Februari 11, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

                Apa yang dulu dipandang sebagai solusi buat masalah emisi gas CO2, yakni kemampuan pohon menyerap karbondioksida hasil aktifitas manusia (CO2 antropogenik), kini mulai diragukan “keampuhannya” karena fenomena pemanasan global tetap saja terjadi. Sebuah penelitian selama 20 tahun yang menganalisa 30 titik di Kutup Utara mendapati bahwa kemampuan pohon menyerap karbon dioksida (CO2) terus menurun, padahal saat ini berkembang kampanye yang menyebutkan bahwa dengan menanam banyak pohon, maka laju perubahan iklim bisa ditekan. Gas karbon dioksida yang ditimbulkan oleh aktifitas manusia biasanya diserap oleh pohon dan laut, untuk kemudian dilepaskan pada masa yang akan datang. Tapi ini bukanlah akhir dari siklus karbon.

               Seperti dikutip dari laman jejaring warta lingkungan hidup http://www.enn.com, Senin, pohon melepaskan simpanan CO2-nya saat ia membusuk atau terurai. Hal ini kemudian memunculkan siklus karbon. Temperatur yang semakin tinggi akibat perubahan iklim tidak hanya meningkatkan laju pertumbuhan pohon dan tanaman di seluruh dunia, tetapi juga memicu emisi CO2 yang berlebihan. Pohon kemudian berubah peran dari penyerap CO2 menjadi produsen gas karbon lewat proses penguraian yang lazim terjadi pada musim-musim akhir pertumbuhannya. Bukti terbaru yang dikumpulkan dari seluruh dunia menunjukkan bahwa awal musim dingin terjadi mundur dari biasanya, sementara musim panas datang lebih awal. Di Bumi belahan Utara, temperatur pada musim semi dan musim gugur naik sekitar 1,1 dan 0,8 derajat Celsius dalam kurun waktu sekitar 2 dekade terakhir. Ini artinya musim pertumbuhan pohon semakin lama, dan para ahli menduga hal tersebut sebagai hal yang bagus buat menekan laju perubahan iklim.

                Bahkan pertambahan pohon di muka Bumi bisa terlihat dari luar angkasa, citra satelit menunjukkan bahwa luasan hijau semakin besar di permukaan Bumi dari masa sebelumnya. Namun demikian, data terbaru menunjukkan bahwa pola berpikir seperti terlalu menyederhanakan masalah. Sekitar 30 titik pengamatan yang tersebar di Siberia, Alaska, Kanada, dan Eropa diteliti kadar CO2 di lapisan atmosfernya. Yang dikaji bukan cuma CO2 saat proses fotosintesis tapi juga CO2 yang dilepaskan pohon dan mikroba selama proses respirasi. Tim peneliti pun memusatkan penelitiannya pada musim gugur, masa ketika hutan berubah peran dari penyimpan karbon menjadi produsen karbon. Dan ternyata, periode mengurainya pohon datang lebih awal dalam satu tahun, di beberapa tempat menunjukkan awal periode terjadi beberapa hari lebih cepat sementara di tempat lain beberapa pekan lebih cepat dari biasa. Temuan ini sesuai dengan hasil penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa jumlah CO2 di atmosfer bertambah lebih cepat dari perkiraan awal – dengan kata lain laju perubahan iklim akan terus meningkat pada masa mendatang. Menurut Panel Antarpememerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC), manusia hanya punya waktu 8 tahun untuk mencegah datangnya efek terburuk dari perubahan iklim. Namun waktu dan bukti-bukti ilmiah haruslah dijadikan umat manusia sebagai panduan untuk bertindak, dan tidak ada kata lain solusinya adalah menurunkan emisi gas rumah kaca, menurunkan emisi CO2. (ANTARA News)

Waspadai Sumber Polusi di Rumah Kita..!

•Januari 27, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Hati-hati, rumah Kita pun bisa menjadi sumber polusi. Beberapa bahan bangunan yang digunakan dalam rumah bisa memicu hadirnya polusi. Beberapa diantaranya adalah

  1. Gipsum. Beberapa penelitian mengatakan bahwa gipsum yang biasa digunakan sebagai penghias langit-langit rumah dapat membuang partikel yang menjadi sumber pencemaran udara dan juga menimbulkan radiasi. Penelitian itu memang masih belum menunjukkan hasil final, sehingga gipsum masih banyak digunakan untuk gedung maupun rumah.
  2. Mebel atau furniture yang baru saja dibeli. Pelarut organik untuk pelitur yang belum menguap seluruhnya dapat mencemari ruangan. Kadarnya memang tidak setinggi pada bahan lem sehingga tidak menimbulkan mabuk, tapi seringkali menyebabkan sakit kepala.
  3. Asbes. Bila pengolahannya tidak sempurna menyebabkan ada partikel yang bisa lepas dan menimbulkan polusi dalam ruangan.
  4. Cat rumah. Masih banyak ditemukan Pb (timbal) sebagai bahan pembuat cat. Pelarutnya juga banyak menimbulkan masalah kesehatan. Gangguan pada syaraf bisa terjadi bila pengecatan tidak sempurna.
  5. Masalah logam Pb (timbal) ini cukup serius. Bahaya yang terjadi, terutama pada anak-anak adalah penurunan tingkat intelegensia dan juga pertumbuhannya terhambat.

Menurut Dr. Ahmad Hidayat, intervensi lewat makanan dan vitamin serta mineral bisa mengurangi kadar Pb dalam tubuh. Hal ini pernah dilakukan terhadap anaknya. “Saya menemukan Pb yang tinggi pada anak perempuan saya yang berumur 6 tahun. Kadar tersebut ditemukan lewat pemeriksaan rambut. Lalu setelah saya intervensi dengan gizi, asam amino, vitamin dan mineral dengan jumlah ekstra terjadi penurunan jumlah Pb pada tubuhnya dalam waktu 6 bulan,” jelas Dr. Ahmad.

Penurunan tersebut memang tidak bisa terjadi dalam waktu cepat. Untuk pemeriksaan rambut itu, Dr. Ahmad harus mengeluarkan biaya sekitar 75-100 dolar Amerika, tapi hasil yang didapat memang sangat bermanfaat. “Hidup sehat memang mahal, tapi sakit akan lebih mahal lagi,” tandasnya.

(diambil dari tulisan teman)…………………….

Pengkaderan

•Januari 19, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Pernahkan kita berpikir, sebenarnya apa arti pengkaderan??? seberapa pentingnya pengkaderan bagi sebuah organisasi??? kadang kita hanya berpikir bahwa pengkaderan hanyalah sebuah ajang bagi para senior untuk menunjukkan seberapa perkasanya senior dan junior harus selalu mengikuti apa kata senior. Pendapat seperti itu sebenarnya saah kaprah dalam proses pengkaderan. pengkaderan adalah proses pembentukan kader seperti yang dicita – citakan organisasi, dan berjalan sesuai undang – undang dalam organisasi tersebut. Bukan sebuah ajang untuk membantai atau bahkan menjatuhkan mental peserta pengkaderan. Peserta pengkaderan merupakan aset terpenting dalam organisasi, karena merekalah yang akan menjadi ujung tombak organisasi tersebut, kelak. Tapi kenyataannya, tidak seperti itu yang terjadi. Kita lihat aja proses pengkaderan disalah satu jurusan di kampus terkemuka di Indonesia timur. Sampai tulisan ini di turunkan, proses pengkaderan di organisasi tersebut belum juga selesai. Padahal yang dituntut dalam sebuah pengkaderan adalah fungsi hasil bukan fungsi waktu. “Mereka” yang merancang proses pengkaderan tersebut berdalih bahwa mereka para peserta pengkaderan belum waktunya untuk menjadi anggota organisasi dikarenakan belum tercapai tujuan yang dirancang oleh ‘steering committe’. Padahal penglihatan saya yang juga merupakan anggota dar organisasi tersebut dan sudah purna dari pengurus, bukan peserta pengkaderannya yang menjadi masalah, melainkan konsep dari SC nya yang tidak jelas. Banyak yang mengadu bahwa mereka (peserta pengkaderan, selanjutnya disingkat “PP”) bosen dengan pengkaderan yang tidak ada ujungnya. Bahkan mereka bisa menebak apa yang akan dilakukan besok hari. Mereka (“PP”) pun menganggap bahwa pengkaderan ini tidak ada gunanya karena mereka tidak bisa menangkap apa yang diinginkan oleh para SC.
Apakah proses kayak gini terus dilanjutkan??? jika hasil yang diharapkan tidak bakal tercapai.
Saya harapkan para SC bisa melihat tulisan ini dan bisa mengoreksi kembali konsep yang dirancang sekarang.
Sudah saatnya untuk “action”. bikin organisasi ini menjadi besar dengan kegiatan yang besar dan berisi.
terus berjuang teman – temanku.

(penulis: Mahasiswa Fisika ITS surabaya angkatan 2003)