SEMERU Fase I (Ranu Memang indah)

•Agustus 18, 2010 • Tinggalkan sebuah Komentar

Ranu pane, Lumajang.  Lelah badan terasa terutama di bagian kaki, lutut dan ruas-ruas kaki. punggung pun terasa begitu sakit karena memanggul carier yang lumayan berat. wajah pun tak ketinggalan, dalam bahasa jawa diistilahkan dengan “menggelodoki” alias “mrungsungi” apalagi dibagian hidung, udah memar kemerahan perih pula.

Begitulah kondisi badan saya selah turun dari puncak gunung tertinggi dipulau jawa, semeru 3676 mdpl 6-11 agustus 2010 yang lalu.

Sambil membuka catatan-catatan kecil dan foto-foto hasil jepretan kamera digital yang saya bawa, saya menelusuri kembali apa yang telah saya alamai dalam perjalanan selama hampir 6 hari.

Semua bermula dari sms teman saya yang bernama sulis, ngajakin naik semeru. semula ragu dengan ajakan itu karena hari yg dipilih memept banget dengan bulan puasa. tapi setelah diitung-itung akhirnya saya putuskan untuk bergabung agar impian selama ini bisa terrealisasikan.

Tepat pukul 17.30 haru jumat, akhirnya kita semua (trez, sulis, janah, eky, haris, yayan, anis, sri, sari, ais,  dan 2 orang lagi lupa namanya) berangkat dari surabaya menuju ke malang dengan kereta api penataran. memilih kereta api karena selain murah (hanya 4500) jg karena sudah janjian dengan temen di malang untuk jemput dari stasiun. setelah berjalan 3 jam akhirnya kami sampai jg di stasiun belimbing, malang. kami dijemput oleh temen dengan membawa mobil tahanan kejaksaan, kami menuju ke penginapan yang lumayan begitu mewah yaitu di gedung kejaksaan malang. 🙂

Kendaraan yang mengantarkan kami menuju Terminal Tumpang

Pagi, pukul 7.30, kami berangkat menuju ke terminal tumpang dengan kendaraan yang sama untuk mencari kendaraan menuju ke desa terakhir, ranu pane. jalur dari terminal tumpang adalah salah satu jalur untuk mencapai ke renu pane yang merupakan desa terakhir untuk melakukan pendakian di semeru. jalur lain yang bisa dilalui adalah lewat senduro, lumajang.

Sebelum dapet kendaraan, kami harus ijin dlu di pos perijinan. setelah selesai proses perijinan kami melanjutkan perjalanan menuju ranu pane dengan menggunakan mobil 4 WD. digunakan mobil dengan tipe-tipe seperti ini karena medan yang dilalui begitu terjal dan sempit. kanan kiri berupa jurang yang lumayang dalam. bagi driver pemula tidak disarankan untuk memacu mobilnya tuk melewati jalan ini. apalagi kalau mobil yang dipakai bukan mobil untuk offroad, pasti nungsep deh di jurang.

Tapi selama perjalanan, kami disuguhi pemandangan yang begitu indah, dari sawah-sawah penduduk yang ditanami sayur dengan penataan yang begitu apik, bukit-bukit asri, hamparan jalan menuju ke bromo yang terlihat begitu mengagumkan serta tampak kemegahan mahameru dengan semburan vulkaniknya membuat hati kami semua menciut, mampukah kami menuju puncak keabadian tertinggi di pulau jawa ini.

Padang pasir diatas ketinggian hampir 2000 mdpl (jalan menuju bromo)

Tepat pukul 11.30 kami nyampai di ranu pane, udara dingin menyambut kami. Ranu pane berada pada ketinggian sekitar 2200 mdpl tak heran jika dilihat dari termometer pos penjagaan menunjukkan suhu udara di sana sekitar 20 C. cukup dingin untuk ukuran orang yang terbiasa hidup di udara panas surabaya.

Ranu yang berarti danau menurut penduduk setempat. jadi disebut ranu pane karena ada dau di daerah tersebut. dengan diselimuti kabut di atas airnya, danau ranu pane memang begitu indah. tp sayang kami ga bisa berlama-lama di ranu pane karena dikejar-kejar waktu agar tidak kemalaman dijalan menuju ke ranu kumbolo.

Pos Ranu Pane

Karena ranu pane adalah desa terakhir yang bisa ditempuh kendaraan, akhirnya kita semua pun mulai untuk menapakkan kaki untuk menuju pada impian yang selama ini ada di pikiran.

Perjalanan dimulai dengan jalan aspal, dengan samping kiri dan kanan hamparan sawah penduduk yang ditanami berbagai sayuran.  begitu ada tulisan “semeru” yang dipasang diatas pohon, baru kita smua masuk ke dalam hutan dan menanjak. tp bukan tanah liat yang kami dapat setelah masuk ke dalam hutan melainkan paving yang cukup panjang membelah bukit kecil di awal pendakian.

Dengan dibangunnya jalan tersebut, sedikit memudahkan perjalanan kami. selain itu jg karena jalan yang dilalui tidak terlalu terjal meski sekali-kali harus menambah tenaga untuk menjejakkan kaki karena jalan yang miring. setelah berjalan 1,5 jam akhirnya kita sampe di pos kedua, yaitu pos watu rejeng. pos watu rejeng sebenernya adalah pemandangan tebing didepan tempat pemberhentian. tempat pemberhentiannya jg telah dibangun sebuah gubukan yang lumayan nyaman untuk sekedah berhenti sejenak melepas lelah.

Istirahat di pos watu rejeng

Setelah beberapa menit mengistirahatkan kaki, pundak dan mengatur nafas, kita semua melanjutkan perjalanan ke pos selanjutnya.

Jalur yang kami lalui sedikit lebih berat daripada fase pertama perjalanan tadi, medan yang dilalui lebih banyak naik turun bukit. Tebing watu rejeng yang tadi kami lihat, jg kita harus lalui dibagian bawahnya. ada sekitar 2-3 bukit yang harus dilalui untuk mencapai ranu kumbolo.

Sekitar 4 jam perjalanan, akhirnya kita bisa lihat indahnya ranu kumbolo. Lelah dan capek pun terasa ilang begitu saja ketika mata melihat indahnya danau ranu kumbolo. Luar biasa!!! mungkin hanya itu yang bisa terucap pada saat itu. Meski masih agak jauh untuk sampai pada tempat untuk camp di tepi danau ranu kumbolo, tp semangat dan kekuatan kami serasa ada yang mendopping. setengah jam berikutnya kita sudah sampai di bibir danau yang berada diatas ketinggian 2600 mdpl. Begitu besar Ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Membuat danau di tempat yag begitu tinggi.

Diatas Ranu Kumbolo

Suasana ranu kumbolo yang begitu tenang, begitu tentram, membuat hati merasa nyaman untuk sekedar meletakkan punggung dan merenung.

Bersambung…….

Iklan

Kegundahan Hati

•Februari 2, 2010 • Tinggalkan sebuah Komentar

Kegundahan hati, membuat hujan itu kian lama kian melebat saja. Meneggelamkan semua logika dan akal sehatku untuk tetap bertahan dalam terpaan angin kencang yang dibawa oleh sang hujan. mungkin inilah yang disebut dengan pendewasaan.  Pendewasaan diri seorang yang merasa dirinya sudah dewasa.

Ditinggal atau bahkan tidak digubris sama sekali, memang begitu menyakitkan. Tapi begitu lah kehidupan, memaksa kita untuk menelan mentah-mentah semua yang kita anggap sebagai sebuah ketidak-adilan hidup. Kata orang, jangan sampai jatuh di lubang yang sama bahkan sampai 3 kali. karena itu menunjukkan kebodohan seseorang. Tapi itu telah terjadi padaku. alangkah bodohnya…..

Anggapan bahwa hanya saya yang mendapatkan kepahitan ini semua membuat semua yang dialami akan semakin berat untuk dilalui sehingga membutuhkan sungtikan energi.  Suntukan energi yang biasa aku dapatkan memang membuatku kecanduan. Tapi, suntukan energi itu sekarang mulai mengurangi dosisnya sehingga efek energi itu pun tidak terasa dalam aliran darahku. Melihat orang lain memiliki kebahagiaan yang sepertinya tidak kita miliki, menjadikan hati ini merasa selalu dimarginalkan oleh keadaan. Kenapa seolah-olah semua yang hidup diatas bumi ini telah berkoordinasi untuk membuat semua jalan yang ku lalui serasa berduri tajam. Memberikan sebuah benteng besar didepan agar aku tidak bisa melewatinya. Apakah ini semua karma dari masa silamku?? balasan apa yang telah aku lakukan pada orang lain??

Tapi kegundahan itu tidak akan mempengaruhi apa yang telah aku rencanakan untuk masa depan. Kalau memang kesendirian adalah masa depanku, aku akan jalani itu semua dengan kemantapan hati. Aku berkeyakinan bahwa smua yang telah dan akan ku lakukan, sudah ditulis oleh Allah dan itu semua adalah yang terbaik untukku.

Tetap semangat dan selalu tersenyum…….

“Pegawai” Vs “Pengusaha”

•Maret 24, 2009 • 1 Komentar

Untuk menjalani Hidup memang banyak sekali pilihan. Salah satunya adah mengenai sebuah jalan penghidupan. Kita sering menganggap bahwa bekerja sebagai pegawai adalah pilihan yang tetap. Padahal ketika kita menjadi seorang pegawai, banyak sekali potensi dalam diri kita yang tidak ter-explore. Padahal kita diciptakan didunia ini telah diberi banyak sekali kelebihan.

dsc01831

dsc01934

dsc01932

dsc01834

dsc018281

dsc01935

Download Tutorial Delphi

•Oktober 30, 2008 • 1 Komentar

Belajar bahasa pemograman adalah suatu yang sangat menarik. kita bisa membuat aplikasi komputer apa saja sesuai dengan keinginan kita. mulai hanya sekedar tampilan gambar, membuat database suatu perusahaan, menghubungkan komputer dengan perangkat karas (hardware) lainnya atau sering dinamakan interfacing dan masih banyak lagi kegunaan dari bahasa pemograman. Macam – macam bahasa pemongaraman banyak sekali, seperti Delphi, Visual Basic, C++, java, assembly, php, dan lain-lain.

Delphi merupakan salah satu bahasa pemongaram yang sering digunakan oleh para programer untuk database atau interfacing. seperti yang telah saya tulis sebelumnya, delphi bisa juga digunakan untuk membuat suatu aplikasi internet berupa chat engine. Semua bahasa pemograman bisa membuat apa saja tergantung progremernya. jadi jika ingin belajar bahasa pemrograman khususnya delphi silahkan saja download beberapa ebook disini. mulai dari yang pemula, untuk koneksi internet dan lain – lain. Semuanya gratis bos……….

selamat mencoba…..

Jawaban Buku Quantum Gasiorowicz

•Oktober 29, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

kabar gembira………………….

Bagi temen – temen yang suka banget dengan yang namanya kuliah Fisika Quantum, atau yang sangat benci dengan kuliah Fisika Quantum. mari bersama – sama kita belajar fisika quantum melalui jawaban – jawaban yang ada di buku quantum karangan Gasiorowicz. silahkan yang pengen mendapat jawabannya di halaman Download. Gratis ….. tis ….. tis ……

tapi syarat downloadnya, harus memberi tahu teman – temannya yang lain tentang adanya situs download gratis ini. karena semakin banyak yang tau dan paham tentang fisika quantum, maka indinesia – negara kita – akan lebih maju.

trimakasih………

Ketika Kabut Turun

•Juli 27, 2008 • 5 Komentar

Cinta selembut awan, masih tersimpan dihati, pesona mu menawan ku dilanda sepi, mengapa hanya padamu, tercurah seluruh rasa, hadir disetiap nafasku, bayangmu menyapa, meskipun ku tau dirimu kini tiada lagi sendiri, namun ku tak rela melepas segala mimpi. mengapa hanya dirimu, yang mampu mengisi hampa sanubari”

kenapa hal ini harus terjadi padaku. karma kah?atau azab kah? aku gak tau. mengapa ketika melihat dia hati rasanya tenang. tau mau mengalihkan perhatian ke yang lain. mengapa harus dia…. kenapa tuhan menganugrahkan rasa ini kepadaku?kenapa tidak ke yang lain. bukankah banyak yang lebih dari dia?tapi kenapa harus dia????? aku pengen keluar dari belenggu ini..tapi kenapa begitu sulit, begitu gelap, seakan tak ada jalan didepan. apakah aku harus mundur kebelakang?tapi rasanya tidak mungkin. andai waktu bisa berulang, mungkin aku akan mengambil keputusan yang lain. tapi semua sudah terjadi dan aku terjebak disebuah maze dan aku tidak bisa keluar dari nya. apakah aku harus menyesal dengan keputusanku yang pernah aku ambil sehingga aku sampai disini? rasanya percuma menyesal dibelakang, tak ada guna. terus apa yang harus aku lakukan?

Dari jauh lubuk hatiku jiwa ku resah mencari tau apa yang sedang kurasakan kini, terguncang aku mengingat engkau, seandainya aku masih bisa memilih, akan kupilih engkau sebagai kekasih sejatiku, betapa semua harapan hanya untukmu, akan ku pahat namamu dalam pusara hatiku. kaulah rahasia terbesar hidupku yang tak kan mungkin aku ucapkan, ku simpan erat perasanku meski ajal menanti.”

Kenapa sesuatu yang namanya “cinta” selalu menyakitkan. adakah sesuatu yang namanya “cinta” bisa membuat hati tenang ? 😦

Lanjutkan membaca ‘Ketika Kabut Turun’

Membuat program chating sederhana dengan delphi 6

•Juni 23, 2008 • 13 Komentar

Bagi mereka2 yang suka ber chating ria dengan baik YM maupun mIRC pasti harus ke warnet dulu untuk menyalurkan hobinya. ribet…meski yang kita ajak chating hanya ada ruangan sebelah kita.

Sekarang kita bisa membuat mesin chating sendiri untuk jaringan lokal. Bagi yang sudah mengenal bahasa pemograman delphi pasti sudah familier dengan program ini. cukup dengan hanya kabel UTP kita bisa chatingan antar komputer. berikut source code nya.

antara 2 komputer yang dipakai, salah satunya sebagai server dan yang lain sebagai client.

berikut yang digunakan sebagai server.

procedure TForm1.Button1Click(Sender: TObject); // connect client
begin
serversocket1.Open;
memo1.Clear;
end;
Lanjutkan membaca ‘Membuat program chating sederhana dengan delphi 6’